Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang riset dan inovasi. Melalui Pusat Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), tim dosen peneliti UIN Raden Fatah berhasil meraih sertifikat paten kedua atas inovasi produk bioplastik ramah lingkungan berbahan dasar serat kulit durian (Durio Zibethinus Murr) dan tepung tapioka dengan pemlastis gliserol.
Tim peneliti yang terdiri dari M. Mahfudz Fauzi, S.Pd., M.Sc., Yusril Surya Putra, S.Si., Hasan Marzuki, S.Pd., M.T., Siti Rodiah, S.Pd., M.Si., Mariyamah, M.T., dan Yusril, S.P berhasil memanfaatkan limbah kulit durian sebagai bahan dasar pembuatan bioplastik inovatif ini. Produk dan proses bioplastik tersebut resmi tercatat pada Paten nomor IDS000011140 untuk produk dan IDS000009571 untuk proses, yang diserahkan langsung oleh Kasubdit Permohonan Paten Direktorat Paten Kementerian Hukum dan HAM RI, Rifan Fikri, S.T., M.H., bersama Pemeriksa Paten Ahli Utama, Dra. Sri Sulistiyani, M.Si.
Penyerahan sertifikat ini dilakukan bersamaan dengan rangkaian kegiatan pendampingan drafting paten yang digelar Sentra HKI LP2M di Gedung Rektorat Kampus Sudirman UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (3/9/25).
Pencapaian ini menjadi catatan penting setelah sebelumnya, UIN Raden Fatah Palembang juga telah menerima paten pertama dari Direktorat Paten Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas persoalan lingkungan akibat penggunaan plastik konvensional berbahan dasar polimer sintetik dari minyak bumi yang sulit terurai, menimbulkan pencemaran, menghambat penyerapan air, dan menurunkan kesuburan tanah.
Melalui penelitian ini, tim dosen UIN Raden Fatah menghadirkan solusi alternatif berupa bioplastik ramah lingkungan yang mudah terurai secara alami karena terbuat dari senyawa nabati. Ketika menjadi sampah, bioplastik ini dapat diurai oleh mikroorganisme menjadi senyawa organik yang aman bagi ekosistem, sehingga berpotensi menjadi pengganti plastik konvensional.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., memberikan apresiasi atas capaian membanggakan ini.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses atas prestasi yang baik ini. Karya paten kedua ini menjadi bukti nyata transformasi UIN Raden Fatah dari IAIN menjadi universitas berbasis riset dan inovasi. Pencapaian ini tentu melalui proses panjang dan merupakan hasil kerja kolektif antara para dosen, Sentra HKI LP2M, dan seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Rektor juga menyampaikan bahwa keberhasilan yang besar tidak akan lahir tanpa keberhasilan yang kecil dan sederhana.
“Untuk mewujudkan lembaga yang unggul dan besar tentu saja memerlukan usaha-usaha dan keberhasilan yang kecil, pimpinan terus mendorong dan akan terus mendukung lahirnya karya-karya kekayaan intelektual berikutnya,” harapnya.
Sementara itu, Ketua LP2M, Dr. Yenrizal, M.Si mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan arahan dari pimpinan UIN Raden Fatah, khususnya rektor.
“Semoga 2 paten yang diraih UIN Raden Fatah ini dapat menjadi awal yang baik & stimulus untuk lahirnya karya-karya paten berikutnya”, tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat HKI, Dian Andesta Bujuri, M.Pd juga menyampaikan terima kasih atas support Pimpinan selama ini.
“Terima kasih kepada rektor dan pimpinan atas dukungan penuh yang telah diberikan kepada Sentra HKI. Sentra HKI akan terus berikhtiar dalam melakukan pengelolaan, pendampingan, & pendaftaran Kekayaan Intelektual para dosen maupun tenaga kependidikan khususnya paten. Tahun ini ada 1 karya paten yang proses tahap akhir, dan akan lebih banyak lagi karya dosen yang akan diproses untuk dipatenkan”, pungkasnya