ArabicEnglishIndonesian
No Telp

0711-362244

Ketua LP2M UIN Raden Fatah dorong Upaya Memassifkan Kampus Hijau

Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan


By Admin LP2M 28 Jun 2025, 10:10:32 WIB 161 Dibaca 0 Comments

Ketua LP2M UIN Raden Fatah dorong Upaya Memassifkan Kampus Hijau

Guna mendukung dan mendorong pelaksanaan Kampus Hijau berkelanjutan, sangat diperlukan saat ini adalah memassifkan isu lingkungan hidup  di internal kampus, ada pada semua level dan jajaran. Termasuk juga pembentukan kelembagaan yang kuat dan profesional.

Demikian disampaikan oleh Ketua LP2M UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Yenrizal, M.Si saat tampil sebagai pembicara pada ajang Kompetisi Kampus Hijau Part 1, Jumat (27/6/25). Acara yang digelar di Rektorat Kampus Jakabaring tersebut, membedah khusus kesiapan dan kemampuan UIN Raden Fatah untuk mewujudkan kampus hijau yang berkelanjutan.

“Memassifkan artinya menjadikan ini betul-betul sebagai isu bersama dan dilakukan bersama-sama. Langkahnya bisa dimulai dengan pembenahan kelembagaan, perbaikan sarana prasarana, memberikan reward dan punishmet, perubahan kurikulum yang berorientasi lingkungan berkelanjutan,”ujarnya lebih lanjut.

Yenrizal juga menjelaskan bahwa selama ini masih banyak persoalan dan tantangan yang dihadapi, baik secara internal maupun tuntutan dari eksternal. “Persoalannya tantangan tersebut belum tertuang dalam sebuah blue print yang baik. Akibatnya, penyelesaian juga bersifat parsial. Tim Eco Green Campus yang sekarang sudah ada memang terus bekerja dan menunjukkan trend positif.  Tetapi tim ini tidak bisa bekerja sendiri, ia harus betul-betul punya kewenangan sampai ke tingkat terbawah,” ujar akademisi komunikasi lingkungan ini.


Oleh karena itu, Yenrizal merekomendasikan agar dalam waktu dekat segera dibentuk unit khusus yang permanen dengan fokus pada soal lingkungan hidup dan berkelanjutan. Bentuknya bisa berupa pusat studi atau pusat kajian, sehingga aktifitas Green Campus betul-betul bisa profesional dan dibebankan tanggung jawab khusus. Selain itu, ia juga menyarankan adanya pembentukan lembaga yang permanen untuk mendorong implementasi distingsi UIN Raden Fatah, yaitu pembentukan Pusat Kajian Islam Melayu.

“Selama ini kita punya distingsi, tetapi lembaga khusus mengelola ini belum ada yang permanen, hanya bersifat ad hoc. Harusnya ada unit tertentu yang mengurusi ini, dan kajian Islam Melayu harus dikontekskan dengan soal LH dan isu keberlanjutan. Jadi ada korelasi antara distingsi dengan Kampus Hijau,” jelasnya.

Yenrizal juga menegaskan bahwa LP2M UIN Raden Fatah siap mengelola ini dan dalam waktu dekat akan dirancang naskah akademik pembentukan lembaga tersebut.

Narasumber lain yang juga hadi dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Datu Buyung Agusdinata dari Arizona State University (ASU), USA. Datu Buyung yang berasal dari Indonesia namun menjadi pengajar tetap di  ASU membagikan pengalaman ASU  dalam mengelola kampus hijau.

“ASU bisa dikatakan adalah perguruan tinggi pertama di AS yang menggagas kampus hijau berkelanjutan. Memang yang pertama dibenahi adalah kelembagaannya. Kita punya unit khusus yang mengelola dan sampai sekarang sudah meraih berbagai penghargaan tingkat internasional serta memperoleh sertifikat lisensi sebagai Eco Green Campus di USA,” ujar guru besar yang berdarah Sumatera Barat dan Lombok ini.

“Saya senang dan bangga berada disini. Dari apa yang saya lihat dan dengar, bisa saya katakan bahwa kekuatan utama dari UIN Raden Fatah adalah adanya wisdom yang kuat untuk mewujudkan hal tersebut. Semoga apa yang sudah ASU capai bisa pula ditularkan dan diwujudkan di Palembang,” ujarnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Eco Green Campus UIN Raden Fatah ini, dihadiri langsung oleh Rektor Prof. Dr. Muhammad Adil, MA, Wakil Rektor, Dekan, dan semua pejabat di lingkungan UIN Raden Fatah.

Social Share

Post Comment