Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan
Bertempat di ruang rapat LP2M UIN
Raden Fatah (15/09/2025) dilaksanakan rapat koordinasi antara LP2M dengan
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Raden Fatah. Hadir dalam pertemuan tersebut
Ketua LP2M, Ketua LP2M, para sekretaris dan Kepala Pusat di masing-masing
lembaga.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa
adakan rapat bareng dengan LPM, dimana kita tahu bahwa di UIN Raden Fatah ini
hanya ada 2 lembaga, yaitu LP2M dan LPM. Sangat penting kita bekerjasama dan
saling berkoordinasi karena tupoksi masing-masing lembaga saling berkaitan dan
saling menunjang,” ujar Dr. Yenrizal, M. Si, selaku Ketua LP2M.
LP2M sendiri memiliki tupoksi
pada bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Sementara LPM
berkaitan dengan aspek penjaminan mutu termasuk juga bidang Pengajaran. Artinya
sebaran tiga dharma yang disebut Tri Dharma Pendidikan Tinggi ada pada dua
lembaga ini. Oleh sebab itu koordinasi dalam pelaksanaan tugas harus selalu
dilakukan.
“Kita tahu bahwa tahun 2028
nanti, UIN Raden Fatah sudah harus melakukan reakreditasi, sekitar 2 tahun
lagi. Semua ini harus kita persiapkan dari sekarang, apalagi target UIN adalah
unggul di Asia Tenggara tahun 2029. Banyak instrumen akreditasi yang mengalami
perubahan, karena itu harus disiapkan dari sekarang. Inilah pentingnya
koordinasi ini dilakukan sehingga ada saling mendukung dan menunjang,” jelas
Prof. Dr. Arne Huzaimah, selaku Ketua LPM.
Prof Arne juga menjelaskan bahwa
penekanan akreditasi di masa datang memiliki penekanan utama pada aspek
penelitian dan pengabdian. Aspek yang menonjol adalah implementasi kepakaran
dari masing-masing SDM dan memiliki dampak. “Rekognisinya cukup tinggi, memiliki
dampak yang besar, karena itu kami mengharapkan LP2M bisa mempersiapkan diri
dan mengelola hal ini secara maksimal,” jelasnya.
LP2M sendiri, menurut Yenrizal,
sudah mempersiapkan banyak hal, termasuk menyusun dan mengesyahkan Rencana
Induk Pengembangan (RIP) baik penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
“RIP kita sudah diarahkan untuk mencapai rekognisi unggul Asia Tenggara.
Termasuk juga aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hanya saja
memang akan terus kita sesuaikan, karena memang banyak perubahan yang
mempengaruhi, termasuk regulasi soal akreditasi. Kita harus antisipasi itu,”
jelas Yenrizal.
“Semoga kedepannya keselarasan
dan kerjasama yang baik antara LPM dengan LP2M akan terus berjalan. Ini sangat
penting karena dua bidang Tri Dharma itu ada di LP2M,” jelas Prof Arne.