Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan
Tim Advokasi Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual
(PPKS) dan Gender Focal Point (GFP) Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN
Raden Fatah sukses menyelenggarakan Workshop Advokasi Kesadaran Gender dan
Perlindungan Anak, Senin (6/10/25). Acara yang digelar di lantai 3 Rektorat
Kampus Sudirman UIN Raden Fatah ini dihadiri oleh seluruh tim, Dema UIN Raden
Fatah serta perwakilan mahasiswa.
"Alhamdulillah workshop ini berjalan lancar. Banyak
hal-hal baru yang kita dapatkan dan tentu saja ini menjadi hal positif bagi
kelancaran tugas tim kedepannya,” ujar Dr. Henny Yusalia, M.Hum selaku Kepala
PSGA UIN Raden Fatah.
Henny juga menekankan bahwa pengetahuan dan pemahaman
mengenai gender serta perlindungan anak perlu diupgrade secara rutin, karena
memang bahasan tentang gender selalu dinamis dan berkembang seiring perubahan
zaman. “Sangat penting pengetahuan baru untuk didapatkan, karena gender ini kan
sangat dinamis. Apa yang dimaksud kesetaraan gender saja itu kan bisa
berubah-rubah. Jika dulu dianggap ada ketidakadilan, kekangan dan sebagainya,
mungkin saat ini sudah lain lagi ceritanya. Dari materi tadi kan kelihatan memang
itu sangat fluktuatif,” ujarnya.
Workshop kali ini memang menghadirkan narasumber yang
berkompeten dibidangnya. Hadir sebagai pemateri pertama yaitu AKP Maju Tamba,
SH, Kanit PPA Kepolisian Daerah Sumsel, Dr. Conie Pania Putri, SH seorang
advokat dan juga akademisi, Dr. Dwi Novianti, M.Pd.I Ketua Komisi Perlindungan
Anak Sumsel, dan Dr. Syahril Jamil, M.Ag selaku Wakil Rektor III UIN Raden
Fatah.
AKP Maju Tamba menjelaskan bahwa Polda Sumsel sangat serius
menangani masalah ini, karena itu dibuatlah unit khusus di bawah Ditreskrimum. “Berbeda
dengan unit lainnya, Unit PPA ini punya pendekatan khusus, karena yang kita
hadapi adalah perempuan dan anak. Tidak sembarangan cara bisa diterapkan,
dimana pastinya ada unsur dialog dan konsultasi. Dalam hal ini, Unit PPA tidak
bisa berdiri sendiri, selalu melibatkan instansi lain, seperti kesehatan dan
lembaga psikologi,” ujarnya.
“Yang diharapkan sebenarnya adalah, apabila ada masalah, jangan ragu dan jangan takut untuk bersuara. Jika dibiarkan maka kasus tidak akan terungkap. Karena itu kepada adik-adik mahasiswa, seandainya ada masalah seperti itu, beranilah bersuara atau melapor, jangan dibiarkan saja,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Conie Pania Putri menegaskan bahwa ada
perlindungan hukum yang jelas kepada semua orang, terutama korban. “Sudah
sangat banyak aturan yang dibuat dan lengkap. Karena itu jangan ragu, tinggal
sekarang bagaimana implementasi dari aturan tersebut. Soal aturan kita sudah
lengkap, tanggung jawab penegak hukumlah yang akan menjamin itu bisa
terlaksana,” jelas advokat yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Palembang
ini.
Di sisi lain, Dr. Dwi Novianti, menyoroti tentang peran KPAD
dalam melindungi kelompok anak. “KPAD sangat serius terhadap hal ini. Termasuk
mahasiswa, karena batasan anak itu adalah yang berusia 18 tahun ke bawah, saya
kira mahasiswa banyak yang berusia segitu. Cukup banyak kasus yang masuk ke
kita, dan selalu kita tanggapi, kita lindungi. Fokus kita adalah perlindungan
hak anaknya, bukan soal kriminal atau kasusnya,” tegasnya.
Pada penjelasan lain, Dr. Syahril Jamil menekankan bahwa UIN
Raden Fatah juga sangat fokus terhadap hal ini. “Apabila gender diartikan
sebagai siapa menjabat apa, maka saya pikir itu sudah selesai. Kesetaraan itu
sudah ada. Contoh saja, UIN Raden Fatah pernah dijabat oleh Rektor perempuan,
UKM Mahasiswa juga demikian, Dekan-Dekan di lingkungan UIN ini juga banyak yang
perempuan. Artinya ini sudah sangat baik,” jelasnya.
Akan tetapi Syahril Jamil juga menegaskan bahwa persoalan
sekarang bukan lagi soal kesetaraan, tetapi perlindungan. Oleh sebab itu
hadirnya PSGA dan kelompok-kelompok yang rutin menyuarakan ini, adalah hal
positif. “Kita tidak ingin adanya masalah, bukan lagi pada aspek kesetaraan,
tapi perlindungan posisi masing-masing. Ini yang harus dicermati,” ujarnya.
Acara Workshop ini dibuka oleh Kabiro AUPK UIN Raden Fatah
mewakili Rektor dan dihadiri juga oleh para Dekan serta tamu undangan lainnya.
Ada 1 Komentar untuk Berita Ini