Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan
Palembang, 1 September 2025 — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar sosialisasi Panduan Pengajuan Insentif Penulisan Karya Ilmiah Terindeks Bereputasi Tinggi bagi dosen dan tenaga kependidikan tahun 2025. Acara yang berlangsung secara daring, Senin (1/9), dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Munir, M.Ag., dengan dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai fakultas dan unit kerja.
Dalam sambutannya, Prof. Munir menegaskan bahwa program insentif ini merupakan komitmen universitas untuk mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah yang berstandar internasional. "Karya ilmiah bereputasi tinggi, seperti terindeks Scopus atau Web of Science, tidak hanya meningkatkan kredibilitas akademik dosen, tetapi juga mendongkrak peringkat UIN Raden Fatah di kancah global," ujarnya. Ia menambahkan, insentif yang diberikan berupa reward publikasi karya ilmiah sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Sosialisasi kali ini dipandu oleh Komarudin, M.Pd., Kepala Pusat Pengembangan Jurnal UIN Raden Fatah, yang memaparkan panduan teknis pengajuan insentif, mulai dari kriteria karya ilmiah yang memenuhi syarat, mekanisme verifikasi, hingga prosedur pengajuan insentif. Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Fatah juga menjelaskan bahwa peneliti wajib memastikan artikel telah melalui proses peer-review ketat dan terbit di jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional. "Kami ingin meminimalkan kesalahan administratif yang sering terjadi, seperti kelengkapan dokumen, kesesuaian metadata, dan penggunaan nama dan email institusi," kata Dr. Yenrizal, Ketua LP2M.
Salah satu dosen Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Ris’an Rusli, mengapresiasi langkah proaktif universitas. “Beliau berharap Program ini tidak hanya untuk dosen dan tendik, tetapi juga menyasar mahasiswa. Mengingat kontribusi mahasiswa dalam publikasi ilmiah sangat strategis untuk akreditasi perguruan tinggi dan program studi," usulnya.
Program ini sejalan dengan target UIN Raden Fatah untuk masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings pada 2029. Data LP2M menunjukkan, sepanjang 2024, jumlah publikasi internasional dosen meningkat 40% berkat insentif serupa. Ketua LP2M berharap angka tersebut terus bertumbuh, terutama dengan penyempurnaan panduan yang lebih transparan dan responsif.
"Pimpinan UIN Raden Fatah tidak hanya memberi insentif, tetapi juga membangun ekosistem riset yang kolaboratif. Mulai dari pelatihan penulisan artikel ilmiah, workshop jurnal bereputasi, hingga pendampingan publikasi," tegas Prof. Munir.
Sosialisasi diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan pembagian panduan lengkap dalam bentuk digital. Dengan langkah strategis ini, UIN Raden Fatah semakin menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan berbasis nilai keislaman, tetapi juga kompetitif dalam kancah riset global.