Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan
Pusat Studi Gender dan
Anak (PSGA) LP2M UIN Raden Fatah Palembang telah menyelenggarakan Forum Kajian
Gender dengan tema "Gender di Era Gen Z: Perspektif Agama, Hukum dan
Sosial Budaya". Acara yang dilaksanakan secara daring pada Rabu, 1 Oktober
2025 ini dihadiri oleh 180 peserta dari berbagai kalangan..
Forum kajian ini
bertujuan untuk membangun pemahaman yang komprehensif dan mencari solusi
konstruktif atas berbagai tantangan gender yang dihadapi Generasi Z. Melalui
pendekatan multidisipliner, acara ini berupaya memberikan perspektif yang utuh
dan relevan dengan kondisi kekinian.
Dr. Hj. Muyassaroh,
M.Pd.I., selaku narasumber, memberikan analisis mendalam dari perspektif agama
Islam mengenai konsep gender dan martabat manusia. Tantangan saat ini
menurutnya sangat berat karena begitu pesatnya perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi. “Mau tidak mau, kita harus perkuat pemahaman tentang ilmu
keagamaan, jangan pernah lari dari hal itu, “ ujar Rektor IAIQI Inderalaya ini.
Di sisi lain, Dr.
Istiadah, M.A., Ketua Forum PSGA PTKI se-Indonesia, memaparkan gambaran umum
dan strategi nasional dalam mengadvokasi isu gender dan kekerasan seksual di
lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Paparan ini memberikan insight
penting tentang langkah-langkah sistematis yang sedang dilakukan di tingkat
nasional.
“Secara nasional, ini
sudah jadi isu bersama. Tidak bisa dibantah lagi. Persoalan pelecehan misalnya,
kekerasan, itu sudah demikian mengkhawatirkan. Oleh karena itu berbagai
perspektif harus masuk ke ranah ini dan kemudian memberikan warnanya
tersendiri,” jelas dosen UIN Malang ini.
Sementara itu, Prof. Dr.
Rr Rina Antasari, SH,.M.Hum., yang melihat dari aspek hukum, menganalisis payung hukum perlindungan bagi
korban dan implementasi Permendikbud Ristek No. 30 Tahun 2021 tentang
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di perguruan tinggi.
“Pendekatan hukum
harusnya bisa memberikan efek jera yang signifikan. Jangan lagi tebang pilih
atau menyelesaikan dengan cara-cara kekeluargaan. Jika sudah masuk ranah
pidana, hukum sesuai ketentuan. Tapi jika bisa dicegah, tentu lebih baik,” ujar
mantan Kapus PSGA UIN Raden Fatah ini.
Sementara Dr. Henny
Yusalia, S.Sos.I,. M.Hum., moderator sekaligus Kepala PSGA UIN Raden Fatah
menguraikan bahwa kajian ini akan menjadi sumbangsih penting untuk memberikan updating
informasi bagi sivitas akademika. Unit di bawah PSGA seperti Focal Point,
dan Tim Advokasi akan sangat berperan penting.
Dalam sambutannya, Ketua
LP2M Dr. Yenrizal, M.Si. menyampaikan
bahwa Forum Kajian Gender dengan beragam perspektif ini telah direncanakan
sejak awal dan merupakan agenda rutin tahunan. Beliau menekankan bahwa
persoalan gender dan perlindungan anak selalu menghadapi tantangan yang berbeda
di setiap periode.
"Kompleksitas
tantangan ini semakin berkembang dari masa ke masa. Jika dahulu tantangan hadir
di era tanpa teknologi, kemudian bergeser seiring kemunculan media visual, kini
di Era Generasi Z, tantangan menjadi semakin beragam dan kompleks," ujarnya.
Oleh karena itu, Dr.
Yenrizal menegaskan pentingnya untuk terus memperbarui (update) tingkat
pemahaman dan pengetahuan. "Kompleksitas masalah gender dan perlindungan
anak tidak akan pernah berhenti pada satu titik, namun akan terus berkembang
mengikuti dinamika masyarakat. Untuk itulah, kita harus aktif merespons dan
mengantisipasi setiap perubahan tersebut," tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen
nyata, beliau juga melaporkan bahwa LP2M UIN Raden Fatah Palembang, khususnya
PSGA, saat ini telah membentuk unit khusus penanganan isu ini, yaitu Tim
Advokasi, Tim Focal Point, dan Tim Satgas yang sedang dalam proses pengesahan SK.
"Tim-tim yang berada
di tingkat fakultas ini akan menjadi ujung tombak sosialisasi mengenai
perkembangan pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan anak di lingkungan
kampus," pungkas Dr. Yenrizal.




