Keterangan Gambar : Dokumen Kegiatan
Guna memperkuat rencana pengembangan lembaga, LP2M UIN Raden Fatah melaksanakan benchmarking dan penandatanganan kerjasama dengan LPPM Universitas Andalas (Unand) di Padang, Jumat (29/11) lalu.
“Kita sengaja ke Unand karena prestasi PT ini cukup menonjol. Untuk wilayah Sumatera, Unand bisa dikatakan adalah PTN dengan pencapaian terbaik. Bahkan di tingkat nasional, Unand mampu meraih penghargaan PTN dengan pencapaian IKU 5 terbaik,” ujar Dr. Yenrizal, M.Si, ketua LP2M UIN Raden Fatah yang datang langsung ke kampus bersejarah tersebut.
IKU 5 sendiri adalah penghargaan untuk katagori perguruan tinggi dengan jumlah terbanyak hasil kerja dosen yang digunakan masyarakat. Unand mampu meraih itu di tahun 2023 lalu dengan menyisihkan berbagai perguruan tinggi ternama lainnya.
“Pencapaian IKU 5 dari Kemendikbudristek ini tentu tidak mudah, karena sebetulnya disitulah persoalan yang dihadapi PT di Indonesia selama ini, yaitu ada jarak antara dunia kampus dengan masyarakat. Unand ternyata sudah mampu melakukan itu. Ini penting sekali khususnya untuk memperkuat program Pengabdian Masyarakat yang akan kita lakukan, “ ujar mantan WD 1 FISIP ini.

Sementara itu, Prof. Dr. techn. Marzuki, M.Sc., mengatakan bahwa fokus Unand ke depannya adalah memperkuat hilirisasi riset. “Ini kaitannya ke pencapaian IKU 5 tersebut. Kita pernah sukses dengan tinta pemilu dari Gambir, yang sekarang dipakai di seluruh Indonesia. Tahun depan dan seterusnya kita maksimalkan dengan berbagai program,” ujar Guru Besar dari FMIPA Unand ini.
Keunggulan pencapaian IKU 5 ini diraih Unand tahun 2022 dan 2023 dalam ajang liga PTN-BH. Di periode yang sama juga, Unand mencatatkan diri sebagai PT dengan Kekayaan Intelektual (KI) terbanyak se-Indonesia, yaitu Hak Cipta sebanyak 8.605, Paten Granted 39, Paten Sederhana Granted 230, Desain Industri 1.157 dan Paten Sederhana Terdaftar sebanyak 1.409 buah.
“Melihat capaian tersebut, maka tidak salah kita belajar dan kolaborasi dengan Unand. Mereka sudah lebih dulu eksis dan sudah berstatus PTN-BH. Ada banyak hal yang akan kita tindaklanjuti dan coba adopsi di UIN Raden Fatah, seperti peningkatan penulisan artikel, kolaborasi riset dengan dunia industri, HKI, termasuk soal IKU 5. Kita punya potensi, tapi belum terolah dengan baik, ini yang akan coba dimaksimalkan,” ujar Dr. Yenrizal.
