Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan
Hari ini adalah salah satu dari sekian hari aktifitas KKN Rekognisi, sebuah kegiatan yang menempatkan mahasiswa
untuk melakukan aktifitas yang kemudian menunjukkan “pengakuan” atas apa yang
dilakukan di masyarakat. Program ini
bukan sekedar pengabdian, tetapi juga sebuah proses pembelajaran yang sangat
berharga. Mahasiswa tidak hanya datang membawa proram kerja, tetapi juga
membangun hubungan dengan masyarakat, belajar dari mereka, serta mengasah
keterampilan sosial yang mungkin tidak mereka temui di lingkungan kampus. Program
ini memberikan pemahaman bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak hanya
untuk diri sendiri, tetapi juga harus diaplikasikan dan bermanfaat bagi orang
lain.
Kali ini, lokasi KKN Rekognisi adalah di
Dusun V Desa Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel. Berbeda dengan model
reguler, KKN jenis ini lebih fokus pada program apa yang akan dilakukan
mahasiswa dan kemudian hasil apa yang didapatkan. Khusus rekognisi yang akan
diambil disini adalah pendidikan baca tulis Al Qur’an bagi anak-anak, terutama
kelas 3, 2, I A, dan I B.
Mengajar anak–anak bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan kesabaran,
kreativitas, dan komunikasi yang baik agar pembelajaran menjadi menyenangkan.
Disinilah mahasiswa mengasah soft skill mereka belajar memahami karakter setiap
anak, menyampaikan materi dengan cara yang menarik, serta mengatasi berbagai
kendala di lapangan.
Mahasiswa yang bertugas harus mengembangkan kesabaran ekstra dan
mencari metode kreatif agar anak-anak tetap fokus dan antusias belajar.
"Kami harus berpikir bagaimana caranya agar anak-anak tidak
bosan. Kadang kami mengajak mereka bermain sambil belajar, menggunakan
lagu-lagu sederhana untuk menghafal huruf hijaiyah, atau memberikan hadiah
kecil sebagai motivasi," ujar salah satu mahasiswa peserta KKN.
Dengan metode yang lebih interaktif, anak-anak tidak hanya belajar
dengan lebih cepat, tetapi juga menikmati prosesnya. Pengalaman ini mengajarkan
mahasiswa bagaimana membangun komunikasi yang efektif, beradaptasi dengan
berbagai karakter anak, serta meningkatkan kreativitas dan kesabaran merupakan dua
keterampilan yang sangat berharga dalam kehidupan.
Selain mengajar, mahasiswa KKN juga ikut berpartisipasi dalam
berbagai kegiatan masyarakat, seperti senam pagi bersama warga, menghadiri
pengajian ibu – ibu, serta bergotong royong membersihkan lingkungan dan mencuci
peralatan dapur setelah acara desa selesai. Semua kegiatan ini bukan hanya
bentuk keterlibatan sosial, tetapi juga pelajaran tentang kebersamaan dan
kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini sebenarnya hanya tambahan,
tetapi memang perlu, karena pelaksanaan KKN Rekognisi ada di desa, tentu warga
desa lain juga harus ikut berkolaborasi.
"Awalnya kami merasa canggung, tapi ternyata ibu-ibu di sini
sangat ramah. Mereka tidak segan mengajak kami bercanda dan berbagi cerita.
Kami jadi merasa seperti bagian dari keluarga mereka," ungkap salah satu
mahasiswa.
Keakraban ini juga terasa dalam momen sederhana, seperti saat
mahasiswa diajak makan bersama oleh warga desa. Mereka disuguhi makanan khas
yang dibuat dengan penuh kehangatan. Dari interaksi ini, mahasiswa belajar
tentang nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur atas hal-hal
sederhana dalam hidup.
Interkasi dengan masyarakat memberikan prespektif baru bagi
mahasiswa. Mereka belajar langsung dari kehidupan warga desa tentang gotong
royong, kesederhanaan, dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalah
sehari-hari. Apa yang sebelumnya hanya teori dalam buku kini menjadi pengalaman
nyata yang membentuk karakter mereka.
Bagi masyarakat Desa Sakatiga, kehadiran mahasiswa KKN membawa
dampak yang cukup signifikan. Selain memberikan tambahan tenaga pengajar di
TPA, mahasiswa juga membantu dalam berbagai kegiatan desa, mulai dari
pendidikan, kebersihan lingkungan, hingga sosialisasi kesehatan.
"Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKN. Anak-anak
jadi lebih semangat belajar, ibu-ibu mendapat tambahan ilmu dari pengajian, dan
desa kami jadi lebih ramai dengan kegiatan positif. Kami berharap program ini
terus berlanjut setiap tahunnya," ujarnya.
Kehadiran mahasiswa juga memberikan wawasan baru bagi masyarakat.
Melalui diskusi informal, mereka berbagi cerita dan pengalaman, memperkaya
sudut pandang baik bagi mahasiswa maupun warga desa.
Setelah menjalani KKN selama beberapa minggu, mahasiswa merasakan
perubahan dalam cara mereka memandang kehidupan.
"Kami sadar bahwa hidup bukan hanya tentang mengejar karier,
tetapi juga tentang bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain," ujar
salah satu mahasiswa.
KKN Rekognisi membentuk mahasiswa menjadi individu yang lebih
dewasa, bertanggung jawab, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Mereka
tidak hanya mendapatkan pengalaman, tetapi juga pelajaran hidup yang akan
mereka bawa selamanya.
Melalui berbagai aktivitas selama KKN Rekognisi, mahasiswa tidak
hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang
akan sangat berguna di dunia kerja dan kehidupan sosial mereka. Beberapa soft
skill yang terasah selama KKN antara lain: Komunikasi interpersonal.
Berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang membuat mahasiswa
belajar bagaimana cara menyampaikan pendapat dengan baik, memahami perspektif
orang lain, serta membangun hubungan yang harmonis.
Program kerja yang dijalankan selama KKN tidak bisa dilakukan
sendiri. Setiap mahasiswa harus bekerja dalam tim, berbagi tugas, serta saling
membantu untuk mencapai tujuan bersama. Problem-solving. Menghadapi berbagai
tantangan selama KKN, seperti keterbatasan fasilitas atau perbedaan budaya,
membuat mahasiswa harus berpikir kreatif dalam mencari solusi terbaik.
Mahasiswa juga belajar bagaimana mengorganisir
kegiatan, memimpin kelompok, serta mengambil keputusan dalam situasi yang
menuntut ketegasan dan tanggung jawab. Empati dan kepedulian sosial. Hidup
bersama masyarakat selama KKN membuka mata mahasiswa terhadap berbagai realitas
sosial yang mungkin jarang mereka temui di lingkungan kampus. Mereka belajar
untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan memahami arti berbagi dalam
kehidupan bermasyarakat.
KKN Rekognisi adalah perjalanan yang lebih dari sekadar akademik.
Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat,
mengembangkan keterampilan hidup, serta memahami arti kepedulian sosial.
Dengan mengajar anak-anak, berinteraksi dengan warga, serta
menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mahasiswa tidak hanya tumbuh sebagai
individu yang lebih baik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa
manfaat bagi masyarakat.
KKN bukan hanya tentang membantu orang lain, tetapi juga tentang
belajar dan bertumbuh. Karena pada akhirnya, ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu
yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan dan memberikan dampak positif bagi
orang lain.