Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan
LP2MUINRF - Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, keterampilan jurnalistik menjadi salah satu hal yang sangat penting, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan media sosial dan arus informasi yang cepat. Terkait hal itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi 2025 UIN Raden Fatah yang bertempat di OPI Raya mengadakan Seminar Jurnalistik bertajuk "Meningkatkan Skill Gen-Z dalam Bidang Jurnalistik".
Seminar
ini berlangsung pada dua hari, yaitu 8 dan 15 Februari 2025, di dua lokasi
berbeda, yakni Ruang Tahfidz Masjid Al-Muhajirin dan SD Negeri 81 Kota
Palembang. Acara ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN sebagai bentuk pengabdian
kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi dan
kepenulisan jurnalistik di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Dalam
seminar ini, menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yaitu: Drs. H. Ong Berlian, MM –
Sekretaris Masjid Al-Muhajirin,
Jufrizal,
M.A. – Kepala Program Studi Jurnalistik Universitas Islam Negeri Raden Fatah
Palembang, serta Muhammad
Mirzan, Ahmad Farid Farsyad, Ridho Pratama, dan Agus Tiarawati – Perwakilan
Mahasiswa KKN Rekognisi 2025.
Setiap
pemateri membahas berbagai aspek jurnalistik, mulai dari dasar-dasar
jurnalistik, teknik menulis berita, hingga tantangan dan peluang jurnalistik di
era digital.
Seminar
ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para peserta yang terdiri dari
pelajar dan mahasiswa. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, seminar ini
menjadi bukti bahwa minat generasi muda terhadap dunia jurnalistik masih sangat
tinggi.
"Saya
sangat senang bisa mengikuti seminar ini. Sekarang saya lebih memahami
bagaimana cara membuat berita yang akurat dan menarik," ujar salah satu
peserta seminar dari Man 1 Kota Palembang.
Selain
mendapatkan teori jurnalistik, peserta juga berkesempatan untuk langsung
mempraktikkan cara menulis berita dan menyusun laporan jurnalistik yang baik.
Para peserta diajak berdiskusi interaktif, di mana mereka diberikan simulasi
peliputan berita serta praktik wawancara langsung dengan narasumber. Dengan
metode ini, mereka lebih memahami bagaimana menjadi jurnalis yang bertanggung
jawab dan profesional.
Dalam
sesi diskusi, Jufrizal, M.A. menekankan pentingnya etika jurnalistik dan peran
media dalam membangun opini publik yang sehat.
"Jurnalisme bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang membentuk opini yang benar di masyarakat. Oleh karena itu, seorang jurnalis harus selalu berpegang pada prinsip kejujuran, akurasi, dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan," ungkapnya.

Lebih
lanjut, Jufrizal juga menjelaskan bahwa di era digital, penyebaran berita
bohong atau hoaks menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, peran jurnalis yang
kompeten dan bertanggung jawab sangat dibutuhkan untuk meluruskan informasi
yang keliru.
Sementara
itu, Muhammad Mirzan, Ahmad Farid Farsyad, Ridho Pratama, dan Agus Tiarawati,
sebagai perwakilan Mahasiswa KKN Rekognisi 2025, menyampaikan bahwa seminar ini
merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata
terhadap pengembangan keterampilan literasi generasi muda.
"Kami
berharap seminar ini bisa memberikan wawasan baru bagi peserta, sekaligus
menumbuhkan minat mereka untuk mendalami dunia jurnalistik dengan lebih
serius," ujar mereka.
Setelah
sesi pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan praktik
langsung dengan menulis berita berdasarkan simulasi kejadian yang diberikan
oleh panitia. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk
menyusun laporan jurnalistik dengan menerapkan teknik yang telah dipelajari.
Menariknya,
hasil tulisan peserta langsung dievaluasi oleh pemateri, sehingga mereka bisa
memahami kesalahan yang perlu diperbaiki serta bagaimana cara meningkatkan
kualitas tulisan mereka. Kegiatan ini menjadi salah satu sesi yang paling
diminati peserta karena mereka bisa langsung merasakan pengalaman menjadi
seorang jurnalis.
Seminar Jurnalistik ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga menjadi awal dari program edukasi yang lebih luas bagi generasi muda. Dengan adanya seminar ini, diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapatkan dan turut serta dalam menyebarkan informasi yang benar serta bermanfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa
KKN Rekognisi 2025 berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan edukatif lainnya
yang mendukung peningkatan keterampilan di berbagai bidang, terutama yang
berkaitan dengan literasi digital dan kepenulisan.
Menurut
Muhammad Mirzan (Ketua Kelompok KKN Rekognisi), program ini merupakan bagian
dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, yang bertujuan untuk memberikan
manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
"Kami
berharap seminar ini menjadi awal dari banyak kegiatan positif lainnya. Kami
ingin terus berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda agar mereka
semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan jurnalistik mereka,"
ujarnya.
Dukungan
dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan lembaga pendidikan, sangat diperlukan
agar program seperti ini bisa terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih
luas. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan program ini bisa memberikan
dampak positif yang nyata bagi perkembangan dunia jurnalistik di Indonesia,
khususnya di kalangan generasi muda.
Seminar
Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN Rekognisi 2025 OPI Raya
menjadi sebuah langkah konkret dalam meningkatkan literasi jurnalistik di
kalangan generasi muda. Dengan menghadirkan pemateri yang berpengalaman, serta
memberikan kesempatan bagi peserta untuk melakukan praktik langsung, seminar
ini berhasil memberikan wawasan dan keterampilan baru yang sangat berguna bagi
peserta.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan
semakin banyak generasi muda yang tertarik dan terlibat dalam dunia
jurnalistik, serta mampu berkontribusi dalam penyebaran informasi yang benar
dan bermanfaat bagi masyarakat.
(Muhammad
Mirzan, Ahmad Farid Farsyad, Ridho Pratama, dan Agus Tiarawati. Mahasiswa KKN
Rekognisi 2025 OPI Raya)