ArabicEnglishIndonesian
No Telp

0711-362244

Kapus PSGA UIN Raden Fatah Dialog tentang Perempuan dan Anak di TVRI Sumsel

Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan


By Admin LP2M 22 Feb 2025, 10:36:55 WIB 488 Dibaca 0 Comments

Kapus PSGA UIN Raden Fatah Dialog tentang Perempuan dan Anak di TVRI Sumsel


”Saat sekarang sangat penting sekali untuk membangun kesadaran publik dan semua pihak tentang hak-hak perempuan dan anak. Keberanian dan kemauan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dialami, harus didorong maksimal. Semua pihak harus terlibat,” demikian disampaikan Dr. Henny Yusalia, M.Hum selaku Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (Kapus PSGA) UIN Raden Fatah dalam acara Bincang Sumsel di TVRI Sumsel (20/02/25).

”Masalah yang kita hadapi ini kan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan semakin canggihnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, justru semakin menempatkan kaum perempuan dan anak menjadi semakin rentan terkena kasus kekerasan,” lanjutnya.

Oleh karena itu kata Dr. Henny, harus ada upaya yang semakin serius untuk melakukan sosialisasi dan literasi ke publik, termasuk ke kaum perempuan. Ia juga menyoroti bahwa masih adanya keengganan sebagian masyarakat untuk menyampaikan masalah mereka ke ranah hukum. Berbagai alasan menjadi penyebab, seperti malu dan aib. ”Ini yang harus kita berikan penyadaran terus, karena itu harus berani untuk speak up,” ujarnya.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama ICMI dengan TVRI Sumsel ini, juga menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Sumsel, Fitriana, S.Sos., M.Si.

Fitriana menyatakan bahwa ada kecenderungan peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Ini banyak disebabkan karena faktor ekonomi, pendidikan, dan termasuk persoalan teknologi komunikasi. ”Pemerintah sendiri sudah melakukan semaksimal mungkin, baik regulasi ataupun sosialisasi. Tetapi memang ini tidak selesai oleh pemerintah saja, harus ada keterlibatan semua pihak, termasuk unsur perguruan tinggi,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Dr. Henny Yusalia juga menyatakan bahwa aspek pendidikan dan pengetahuan ikut berperan penting.

”Banyak sekali trik-trik jaman sekarang yang cenderung memanfaatkan kelemahan perempuan dan anak. Ini yang harus diberikan penguatan dan pencerdasan kepada kaum perempuan. Ya itu yang saya katakan tadi, harus berani berbicara, harus bersikap kritis dan tunjukkan bahwa kita juga punya hak dan kemampuan,” ujarnya.

Disampaikan juga bahwa PSGA UIN Raden Fatah selama ini sudah banyak berbuat dengan berbagai program konkrit, seperti pembentukan Desa Binaan, pencegahan Pernikahan Anak, termasuk rutin dan selalu melakukan sosialisasi  kepada semua pihak.

Dialog yang berlangsung satu jam (live) dan dipandu oleh Coni Pania Putri tersebut, berlangsung hangat dan sangat dialogis. Dr. Henny Yusalia dan Fitriana, M.Si, mengapresiasi TVRI Sumsel dengan terus konsisten memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak.  

”Kita berharap forum-forum seperti ini bisa terus berlanjut dan tidak hanya TVRI Sumsel, tapi juga media massa lain. Media sangat berperan penting untuk memberikan pencerdasan dan keberpihakan pada perempuan dan anak. Semua adalah untuk memberdayakan hak-hak perempuan dan anak,” tutupnya.

Post Comment