Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan

”Saat sekarang
sangat penting sekali untuk membangun kesadaran publik dan semua pihak tentang
hak-hak perempuan dan anak. Keberanian dan kemauan untuk menyampaikan berbagai
persoalan yang dialami, harus didorong maksimal. Semua pihak harus terlibat,”
demikian disampaikan Dr. Henny Yusalia, M.Hum selaku Kepala Pusat Studi Gender
dan Anak (Kapus PSGA) UIN Raden Fatah dalam acara Bincang Sumsel di TVRI Sumsel
(20/02/25).
”Masalah yang
kita hadapi ini kan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan semakin
canggihnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, justru semakin
menempatkan kaum perempuan dan anak menjadi semakin rentan terkena kasus
kekerasan,” lanjutnya.
Oleh karena itu
kata Dr. Henny, harus ada upaya yang semakin serius untuk melakukan sosialisasi
dan literasi ke publik, termasuk ke kaum perempuan. Ia juga menyoroti bahwa
masih adanya keengganan sebagian masyarakat untuk menyampaikan masalah mereka
ke ranah hukum. Berbagai alasan menjadi penyebab, seperti malu dan aib. ”Ini
yang harus kita berikan penyadaran terus, karena itu harus berani untuk speak
up,” ujarnya.
Kegiatan yang
terselenggara atas kerjasama ICMI dengan TVRI Sumsel ini, juga menghadirkan
narasumber Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Sumsel, Fitriana,
S.Sos., M.Si.
Fitriana
menyatakan bahwa ada kecenderungan peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Ini
banyak disebabkan karena faktor ekonomi, pendidikan, dan termasuk persoalan
teknologi komunikasi. ”Pemerintah sendiri sudah melakukan semaksimal mungkin,
baik regulasi ataupun sosialisasi. Tetapi memang ini tidak selesai oleh
pemerintah saja, harus ada keterlibatan semua pihak, termasuk unsur perguruan
tinggi,” ujarnya.
Senada dengan hal
itu, Dr. Henny Yusalia juga menyatakan bahwa aspek pendidikan dan pengetahuan
ikut berperan penting.
”Banyak sekali
trik-trik jaman sekarang yang cenderung memanfaatkan kelemahan perempuan dan
anak. Ini yang harus diberikan penguatan dan pencerdasan kepada kaum perempuan.
Ya itu yang saya katakan tadi, harus berani berbicara, harus bersikap kritis
dan tunjukkan bahwa kita juga punya hak dan kemampuan,” ujarnya.
Disampaikan juga
bahwa PSGA UIN Raden Fatah selama ini sudah banyak berbuat dengan berbagai
program konkrit, seperti pembentukan Desa Binaan, pencegahan Pernikahan Anak,
termasuk rutin dan selalu melakukan sosialisasi
kepada semua pihak.
Dialog yang
berlangsung satu jam (live) dan dipandu oleh Coni Pania Putri tersebut,
berlangsung hangat dan sangat dialogis. Dr. Henny Yusalia dan Fitriana, M.Si,
mengapresiasi TVRI Sumsel dengan terus konsisten memperjuangkan hak-hak
perempuan dan anak.
”Kita berharap
forum-forum seperti ini bisa terus berlanjut dan tidak hanya TVRI Sumsel, tapi
juga media massa lain. Media sangat berperan penting untuk memberikan
pencerdasan dan keberpihakan pada perempuan dan anak. Semua adalah untuk
memberdayakan hak-hak perempuan dan anak,” tutupnya.