Keterangan Gambar : Dokumentasi Kegiatan
Menindaklanjuti proses rekruitmen
Sarjana Bina Desa (SBD) untuk Kabupaten Muara Enim tahun 2025, sebanyak 44
orang alumni UIN Raden Fatah melaksanakan seleksi wawancara. Kegiatan yang
berlangsung Kamis (23/01/25) ini bertempat di gedung LP2M UIN Raden Fatah.
“Proses ini merupakan rangkaian
dari seleksi administrasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Alhamdulillah sudah
terpilih yang lolos seleksi administrasi dan sekarang mereka wawancara.
Diharapkan nanti akan bisa terpilih sarjana-sarjana yang berkompeten dan
tentunya bisa memberikan sumbangsih terbaik bagi Muara Enim,” ujar Dr. Henny
Yusalia, M.Hum selaku Ketua Tim Seleksi.
Sesuai persyaratan, rekruitmen
SBD ini memang dikhususkan untuk putra-putri daerah yang berasal dari Muara
Enim. Nantinya mereka akan ditempatkan di berbagai desa yang tersebar di
berbagai kecamatan.
“Kegiatan ini adalah kerjasama
UIN Raden Fatah dengan Pemkab Muara Enim, khusus memang untuk putra-putri
daerah Muara Enim dan alumni UIN Raden Fatah. Jika sudah dinyatakan lulus,
nanti penempatan mereka akan diserahkan ke Pemkab Muara Enin, mereka yang akan
atur,” ujar Dr. Henny lagi.
Sementara itu, Ketua LP2M UIN
Raden Fatah menjelaskan bahwa pelaksanaan SBD sudah berlangsung dari beberapa
tahun sebelumnya. Ini adalah kelanjutan dari MoU yang sudah dilakukan.
“Ya kita dengan Pemkab Muara Enim
sudah sejak beberapa tahun lalu rutin melaksanakan kegiatan SBD. Semoga saja
ini bisa berlanjut tiap tahun. Tentu ini jadi tolok ukur keberhasilan para
sarjana dalam mengabdikan dirinya ke masyarakat. Kalaupun ada kabupaten lain di
Sumsel yang juga ingin membuat program SBD, tentu kita sambut baik sekali. LP2M
siap memfasilitasinya,”ujar Dr. Yenrizal, M.Si.
Sementara itu, proses seleksi
wawancara sendiri meliputi tes kompetensi, terutama kemampuan dan keterampilan
dalam bidang sosial keagamaan. “Itu kan ciri khas UIN Raden Fatah, sosial
keagamaan dan itu memang yang kita tekankan,” ujar Dr. Henny Yusalia.


